

Rhodonite sering ditemukan terkait dengan mangan oksida yang berwarna hitam, yang bisa menampilkan karakter seperti ‘dendritic, ‘fracture filling’ atau ‘matrix’. Bahkan tidak sedikit karakter mangan oksida di Rhodonite juga bisa menampilkan gambar gambar abstrak.

Rhodonite juga memiliki nama lain yaitu: Manganese Spar, Manganolite, Rhodarsenide, dan juga yang sering disebut oleh pelaku pasar di Indonesia sebagai Red Borneo.
Borneo adalah nama sebuah pulau yang dimiliki Indonesia, pulau yang sekarang kita kenal dengan nama Kalimantan ini memang memiliki konsentrasi deposit Rhodonite, tepatnya di Gunung Pamaton yang terletak di kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Selain terdapat di Indonesia, Rhodonite juga terdapat di Argentina, Chili, Mexico, Peru, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

Profil
Warna:
Dari pink muda ke merah, kuning kecoklatan jika teroksidasi. Biasanya tidak tembus cahaya (opaque), yang tembus cahaya bersifat langka.
Fenomena:
None
Karakter optik:
AGG
Index bias:
1.716-1.752, bisa juga terdeteksi di angka 1.55 dikarenakan adanya Quartz yang tumbuh bersama.
Birefringence:
None
Dispersion:
None
Pleochroism:
kuning-merah, pink-merah, merah-kuning (kualitas tembus cahaya)
Spektrum absorpsi:
548 nm, 408 nm, 412 nm, 455 nm, dan 503 nm
Berat jenis:
3.40-3.74
Tingkat kilau permukaan:
dull to vitreous
Hardness:
5.5-6.5
Pembacaan refractive index bisa terdapat di angka 1.55 dikarenakan adanya Quartz yang tumbuh bersamaan dengannya. Namun sampai saat ini, hal adanya Quartz di Rhodonite bersifat lumrah, sehingga lab lab dunia masih mengidentifikasikannya sebagai Rhodonite.





Terima kasih
Jesse Taslim, G.G
http://jesse-taslim.com/2015/05/15/rhodonite-red-borneo/
No comments:
Post a Comment