Chalcedony adalah formasi kristal dari SIO2 (Silicon dioxide),
Chalcedony juga disebut dengan Cryptocrystalline Quartz dikarenakan
terbentuk dari kristal-kristal kecil Quartz yang tidak bisa terlihat
dengan kasat mata. Karakternya Bermotif dan memiliki barisan alur
(banding), juga bisa tanpa alur dan memiliki warna intense bluish green
seperti Chrysocolla in Chalcedony, yellowish green yang biasa kita sebut
Chrysoprase, atau berwarna orange kemerahan yang disebut dengan
Carnelian. Karakter lainnya adalah Botryoidal sifat pertumbuhan
kristalnya yang bermulai dari sebuah ‘rongga’ dan memiliki penampilan
bergelombang yang terlihat seperti sekumpulan buah anggur.
Chalcedony termasuk yang tersebar di muka bumi, kurang lebih ada 50
negara yang memilikinya. konsentrasi depositnya terdapat Indonesia,
Australia, Amerika, Brazil, India, Madagascar, Uruguay, Srilangka, dan
beberapa negara lainnya.
Profil
Warna:
Bluish, white, grey. warna lain karena adanya trace element.
Fenomena:
Iridescence (Fire and Iris Agate)
Karakter optik:
AGG
Index bias:
1.535 to 1.539 (1.53 to 1.54 spot reading)
Birefringence:
Biasanya tidak terdeteksi
Dispersion:
Tidak terdeteksi
Pleochroism:
Tidak terdeteksi
Spektrum absorpsi:
Tidak terdeteksi
Berat jenis:
2.60 (+0.10/-0.05)
Tingkat kilau permukaan:
Greasy to vitreous polish luster
Hardness:
6.5 to 7
1.Green Chalcedony
Green Chalcedony dengan nikel sebagai agen pewarna.
2.Carnelian
Carnelian, sebutan ini di dapat dari buah Cherry karena warnanya. Mulai dari yellowish orange ke brownish red.
3.Sard
Sard adalah Carnelian yang memiliki saturasi warna lebih rendah. Mulai dari red brown ke deep brown.
4.Chrome Chalcedony
Chrome Chalcedony, varian yang berwarna hijau dan kebiruan dengan
chromium sebagai agen pewarna. Chrome Chalcedony biasa disebut juga
dengan Mtorolite.
Sintetik adalah sebuah ciptaan manusia dengan proses yang
terkendali, sehingga dapat memiliki komposisi kimia, dan propertis yang
sama dengan aslinya (natural). Sintetik Opal pertama kali ditemukan oleh
Pierre Gilson, Sr di Perancis pada tahun 1974 dan sekarang sudah cukup
banyak perusahaan-perusahaan seperti Chatam, Kyocera/Inamori, bahkan ada
perusahaan dari Rusia yang sudah mampu menciptakannya.

Proses ini dapat menghasilkan sintetik Opal dalam berbagai macam warna,
mulai dari yang berwarna putih sampai hitam dengan tingkat transparansi
mulai dari transparant (tembus cahaya/kristal) sampai Opaque (tidak
tembus cahaya). Ketika Natural Opal membutuhkan jutaan tahun untuk dapat
terbentuk dalam Bumi, sedangkan proses sintetik ini hanya membutuhkan
sekitar 12-14 bulan untuk dapat terbentuk.
Kaca (glass) telah menjadi yang
paling populer dan paling umum digunakan untuk menjadi tiruan (imitasi)
dari banyak batu permata. Ia Memiliki kemampuan untuk meniru di hampir
seluruh karakter batu permata, mulai dari transparan sampai tidak
transparan, dan memungkinkan di seluruh warna. Berlian, Rubi, Safir,
Zamrud, Chalcedony, Chrysocolla, dan lain lain hanya beberapa nama saja
yang bisa ditiru oleh Kaca (glass). Namun, mengidentifikasinya tidak
terlalu menyulitkan dibandingkan batuan sintetik, Kaca (glass) bisa
langsung dikenal dikarenakan adanya tanda inklusi seperti gas bubble
(gelembung udara), swirl marks (tanda swirl), crystal (kristal) dan
defretification (defretifikasi).

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa treatment bisa dilakukan di
hampir seluruh batu permata natural. Treatment biasanya dikhususkan
pada batu permata yang berkualitas rendah untuk mengimprovisasi tampilan
(warna dan kejernihan) dan meningkatkan daya tahan (durability) permata
tersebut. Saat ini treatment juga dapat dilakukan agar batuan tertentu
menjadi imitasi dari batuan lainnya, contohnya treatment “Dyed” pada
Quartzite, hal ini dilakukan agar Quartzite tersebut bisa memiliki
tampilan yang menyerupai Emerald, Chalcedony, Jade, dan lain-lain.
Khusus untuk artikel ini kami akan menerangkan tentang treatment di
sintetik korundum yang dibuat dengan cara “flame-fusion”.

Kata komposit (composite) merupakan kata sifat yang berarti susunan
atau gabungan. Komposit berasal dari kata kerja “to compose” yang
berarti menyusun atau menggabungkan. Jadi secara sederhana bahan
komposit berarti bahan gabungan dari dua atau lebih dari bahan yang
berlainan.