Thursday, October 18, 2012

Keaslian Mutiara


Bagi mereka yang mau membeli batu permata dengan harga tinggi biasanya disebabkan oleh beberapa hal, misalnya senang kepada warnanya, kemurniannya, modelnya, besarnya, langkanya, sternya (sinar yg bergerak-gerak di batunya), tetapi ada pula orang yang memakainya karena batunya dirasakan membawa rejeki/hoki, menyehatkan tubuhnya, menimbulkan rasa sayang dari orang lain, dan sebagainya.
 

Dari sekian banyak jenis batu permata yang diperjualbelikan, pasti ada saja oknum yang mencoba mencari keuntungan tinggi dgn menjual batu permata palsu. “Terkadang agak sulit menbedakan batu permata asli dengan yang palsu. 

Bagi para kolektor dan pecinta batu permata, ada baiknya menyimak tips sederhana berikut ini guna mengetahui keaslian batu permata. Dibawah ini beberapa cara untuk membedakan batu permata asli dan palsu. 

Mutiara yang beredar di pasaran sangat beragam. Ada yang dijual murah, mahal, imitasi hingga asli. Mutiara asli pada umumnya, memiliki berat, sedangkan yang palsu relatif sangat ringan.
Untuk mendapatkan mutiara asli, cara yang paling mudah adalah menggigit mutiara tersebut sekuat-kuatnya. Jika tidak ada perubahan seperti terkelupas atau pecah maka dapat dipastikan mutiara tersebut asli atau agar lebih yakin lagi belilah mutiara di toko yang bisa dipercaya menjamin keasliannya.
 
Selain mutiara, sejak lama berbagai batu permata pun digunakan untuk menyemarakkan model anting-anting, seperti kecubung, pirus, akik dan jasper yang diikat dengan emas dan perak.

Testing batu permata dengan meneteskan air di permukaannya bukan metode baku. Tetesan air tersebut tidak akan pecah, baik pada batu permata mirah siam sintetis atau asli.

Faktor yang mempengaruhi di antaranya kekerasan batuan (kaitannya dengan porositas dan permeabilitas ), bentuk permukaan cembung atau rata dan kualitas pemolesan seperti jenis quartz family minerals serta glassy basalt yang dapat menahan tetesan air seperti halnya mirah delima.

Testing berlian bisa dilakukan dengan diamond tester tetapi tdk 100 persen benar. Testing dengan menggesek di alas berwarna belum tentu menjamin.

Warna-warna yang muncul mungkin warna spektrum yg merupakan ciri khas dari gelas atau sintetis. Testing berlian biasanya dengan metode kekerasan tapi tanpa merusak, indeks refraksi (refractometer), fluoresen, berat jenis, kilap, inklusi mineral dan lain-lainnya.

Metode ini sangat ampuh dalam membedakan batu permata asli dan sintetis atau imitasi seperti giok, opal atau kalimaya. Di samping pirus dan batu permata lainnya.

Harga mahal tidak menjamin bahwa batu permata tersebut asli, karena untuk batu permata belum ada standar baku untuk harganya kecuali berlian atau intan.

No comments:

Post a Comment